Adakan Selamatan dan Tayub, Petani Desa Jatigono Berikhtiar agar Terhindar dari Hama Tikus
- Apr 23, 2025
- Kim Jaguar
- SENI DAN BUDAYA
Jatigono - Sebagai wujud ikhtiar dan harapan agar terhindar dari serangan hama tikus, para petani desa Jatigono menggelar acara selamatan yang dilanjutkan dengan pertunjukan tayub. Acara yang berlokasi di Dusun Sukorame didekat area persawahan ini digelar pada hari Rabu 23 April yang diawali dengan kenduri dan doa bersama, para petani membawa berkat/makanan untuk selanjutkan dipanjatkan doa kemudian saling dibagikan. Acara selamatan ini merupakan warisan budaya dari nenek moyang warga desa Jatigono yang dipercaya dapat membasmi hama lewat jalur langit.
Kegiatan ini merupakan tindakan lanjutan atas gagal panen yang dialami warga selama dua musim terakhir akibat serangan hama tikus . Serangan hama ini telah melanda tanaman warga sejak musim jagung sebelumnya, menyebabkan petani gagal panen dan mengalami kerugian yang jumlahnya tidka sedikit.
"Kami sudah melakukan pembasmian tikus mulai dari meracun, gropyok'an, dan kami juga sudah berupaya mengembalikan ekosistem sawah dengan membuat rumah burung hantu. Kali ini kami lakukan merupakan upaya warisan dari pendahulu kami, semoga setelah ini hama bisa dikendalikan" ujar bapak Surojo salah satu anggota kelompok tani. Selamatan dengan mengundang tayub merupakan bentuk ikhtiar batin dengan memanjatkan do'a dan memohon kepada Tuhan agar tanaman para petani desa jatigono dilindungi dari serangan hama.
Dalam acara selamatan, kepala desa Jatigono abah Rudy Prasetyo menyampaikan harapannya setelah dilaksanakan kegiatan selamatan agar para petani desa Jatigono dapat menghasilkan panen yang maksimal sehingga sektor pertanian di desa Jatigono dapat mensejahterakan masyarakat terutama para petani desa Jatigono. Selanjutnya pertunjukan tayub yang digelar setelah acara kenduri yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dimana para warga dapat tampil mengutarakan unek-unek bahkan pantun yang sudah menjadi tradisi didalam pertunjukan tayub. Selain itu, lantunan musik gamelan dan yang dipertunjukkan menambah semarak acara. Sebagain warga percaya bahwa tradisi ini sebagai cara untuk mendekatkan diri dengan alam dan memohon keberkahan.
Diharapkan melalui kegiatan ini, para petani di Dusun Sukorame dapat kembali bersemangat dalam bercocok tanam dan terhindar dari kerugian akibat serangan hama tikus di musim panen mendatang.