Gagal Panen Padi, Hama Tikus Masih Jadi Musuh Utama Petani Jatigono

  • Mar 17, 2025
  • Kim Jaguar
  • KEBENCANAAN

 

Jatigono, 17/3 - Petani di desa Jatigono, Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang, positif mengalami gagal panen padi akibat serangan hama tikus yang masif. Setelah musim sebelumnya menyerang tanaman jagung, kini giliran musim padi yang diserang. Serangan hama ini telah menjadi masalah yang berulang setiap tahunnya, menyebabkan kerugian besar bagi para petani.  

"Saya tadi pagi sudah survei ke lahan, tanam padi panennya damen. Positif banyak petani kami gagal panen." ungkap bapak kepala desa abah Rudy Prasetyo.  Petani juga menambahkan bahwa hama tikus menyerang tanaman padi petani sejak awal masa tanam hingga menjelang panen. Akibatnya, banyak padi yang rusak dan tidak bisa dipanen.

Menanggapi keluhan para petani, Pemerintah Desa Jatigono bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini. Kepala Desa Jatigono, H. Rudy Prasetyo menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk menanggulangi hama tikus. "Kami telah membangun rumah burung hantu (rubuha) sebagai predator alami tikus. Sebelumnya juga telah dilakukan gropyok racun tikus. Kali ini kami menyediakan jebakan tikus untuk para petani agar lebih efisien," ujar Kepala Desa.

Melalui BUMDes Jatigono Maju, Pemerintah Desa menyediakan persewaan jebakan tikus, penggunaan jebakan tikus ini dipilih sebagai alternatif pengendalian hama tikus yang lebih aman dan ramah lingkungan. "Kami menghindari penggunaan racun tikus karena khawatir akan berdampak negatif pada keberadaan burung hantu dan hewan-hewan lain yang menjadi predator tikus," tambah Kepala Desa. Persewaan jebakan tikus sendiri dikelola langusng oleh BUMdes dengan harga yang sangat terjangkau. 

Dengan adanya inovasi persewaan jebakan tikus, Pemerintah Desa Jatigono berharap hama tikus dapat dikendalikan. Pemerintah Desa juga mengimbau para petani untuk melakukan langkah-langkah pencegahan secara mandiri, seperti membersihkan lingkungan sawah dari gulma dan sisa-sisa tanaman yang dapat menjadi sarang tikus.