Pande Besi Tradisional Desa Jatigono
- Oct 01, 2024
- Kim Jaguar
- UMKM
Desa Jatigono tercatat mempunyai lahan persawahan lebih dari 119 ha yang tantu saja mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Namun tidak hanya sektor pertanian, Desa Jatigono juga mempunyai produk unggulan dari sektor perdagangan dan industri yaitu Pande besi tradisional. Pande besi tradisional sudah ada sejak dulu bahkan sampai dijadikan nama Dusun yang kita kenal sekarang sebagai Dusun Pandean. Tercatat sampai saat ini, 27 September 2024 masih ada 13 tempat pande besi yang masih aktif melakukan produksi di Desa Jatigono.
Pande besi di Desa Jatigono umumnya memproduksi peralatan dapur dan alat pertanian seperti sabit, pisau, cangkul dan parang . Pesanan parang biasanya diperuntukkan oleh para petani tebu untuk proses tebang. Menurut salah satu pemilik pande besi yang kami temui, beliau menjelaskan untuk pesanan parang biasanya dari petani tebu kebanyakan dari daerah Jatiroto. “Parang itu kita banyak pesanan dari petani tebu wilayah Jatiroto”, ungkap Supa’i pemilik pande besi. Ada juga beberapa pande besi yang bisa membuat senjata untuk kepentingan seni seperti pedang, celurit dengan ukiran sesuai pesanan.
Eksistensi Pande Besi di Jatigono masih dapat diunggulkan dan bersaing dengan produk peralatan dapur maupun pertanian yang diproduksi oleh pabrik. Menurut keterangan Subaki salah satu pemilik pande besi di Dusun Pandean yang kita datangi, beliau menuturkan jika produksi pande besi yang ia tekuni dipasarkan sampai keluar kota Lumajang. “kita masih melayani pemesanan celurit yang banyak itu dari Puger Kabupaten Jember dan yang paling jauh itu dari Kalimantan biasanya pesan parang, ”, jelas Subaki.
Subaki sendiri telah menjadi pengrajin pande besi selama 30 tahun. Profesi ini ia tekuni turun temurun dari orang tuanya yang merintis usaha pande besi hingga saat ini. “saya dulu belajar bersama adik saya dan alhamdulillah sampai sekarang kami masih bertahan menjadi pengrajin pande besi”, jelas Subaki. Mengenai harga, produksi pande besi milik subaki sangat berfariatif mulai dengan yang biasa seharga Rp. 60.000,- rupiah sampai yang mahal tergantung permintaan pelanggan.